Kamis, 07 Februari 2008

katana merah


red katana. kira-kira sudah berapa tahun ya mobil itu menemani aq? (kalo sudah pakai kata "aq" gini artinya lagi bicara ma diri sendiri juga) kira-kira udah hampir 5 tahun jadi kendaraan eksklusif buat aq. hehe eksklusif artinya pengemudi tetap katana itu ya aq. ditambah sekitar dua tahun masa-masa perkenalan kami saat SMU. memangnya ada apa ya antara aq dengan katana merah itu?

itulah yang sebenarnya jadi pertanyaanq dari dulu. pertanyaan yang muncul lalu tenggelam bergantian, kadang terasa begitu mengusik dan kadang nggak nyadar aq sedang menanyakannya. pertanyaan yang didasari oleh ketakutan, bahwa katana merah itu dan diriq menjadi sesuatu yang sulit dipisahkan, almost identical.

mari kita mulai ilustrasinya. di jaman smu, katana itu dipakai bersama oleh kakakq dan aq. hampir pasti kalau kami pergi ke suatu tempat, kami pakai katana itu. pergi sendirian, ma ortu, atau bareng temen2. suatu saat di jaman smu itu juga aq nyadar, kalau aq jalan ma temen2q, aq selalu naik katana itu, ditebengin ma temen2 juga. sementara masq... ada waktu-waktu yang dia bisa nebeng ma mobil temennya. waktu itu kuambil kesimpulan sementara yang paling mudah dan tidak menyakitkan hati: temen2 yang pergi jalan ma aq gak ada yang punya mobil, ya jelaslah kalau aq nggak bisa nebeng mobil orang.

aq lalu masuk kuliah, dan waktu itu aq nggak sempat menanyakan hal seperti tadi lagi. dan suatu saat tiba-tiba aq menerima sms dari temenq seangkatan yang aq nggak seberapa kenal, minta aq datang dengan mobilq buat ngangkut barang2 angkatan. and the question popped up again. lalu di kemudian hari aq somehow tahu kalau aq dkenal di angkatan lain sebagai "anak yang naik katana merah".

semua itu lalu bikin aq berpikir dan mengingat2... kapan ya aq pernah diajak pergi tanpa pakai embel-embel kaya: "kamu naik katana kan?", "bawa katananya ya!", "ntar kita nebeng ya!" ?
hampir nggak pernah. okay, di kalangan gank smu ku, aq udah pernah "testing" gimana sikap mereka waktu aq muncul tanpa katana. hasil testnya sih cukup bagus lah, meskipun aq gak terlalu tersentuh gimana gitu. soalnya mereka berasumsi aq selalu naik katana, jadi mereka gak sedia cukup motor buat jalan. paling nggak aq nggak diusir dari acara jalan2. hahaha

masalah ini jadi kaya masalah laten. sewaktu-waktu bisa muncul ke permukaan. salah satu contoh adalah waktu aq jadi trauma naik katana, kaya yang kutulis di sini. contoh yang cukup gawat adalah ketika suatu waktu aq deket sama seseorang, dia deket dengan cara yang belum pernah kualami dengan siapapun. dan itu bikin aq berharap banget ma orang itu. sayangnya dia nggak nunjukin sikap-sikap yang bener-bener kuiinginkan tentang katana-or-me ini. tapi bukannya jujur, aq malah nahan dalam-dalam soalnya aq takut kehilangan kedekatan itu kalau memang dia deketnya sama katanaq. tapi di beberapa momen, rasa kecewa itu meluap-luap dan akhirnya keluar dengan wujud yang nggak bagus. akhirnya kedekatan itu pun hilang juga (ada masalah lain selain katana-or-me ini sebenernya :P ).

hal-hal tadi sempat bikin aq pengin banget punya motor.di mana aq bisa ke mana-mana tanpa perlu ditebengin sapa-sapa. (bisa pake alasan kalo aq baru belajar naik motor dan nggak berani nggonceng huihihi). hal yang sama juga bikin aq betah dengan AC mobil yang rusak. selain menghemat bensin sih, tapi dengan tidak nyamannya katana ini aq berharap yang mau nebeng jadi berpikir dua-tiga kali.

jadi, apa sih yang telah kulakukan sehingga aq dan katana merah itu jadi seperti melekat satu sama lain? nggak bisa kupungkiri jasa-jasa si katana merah ini. mungkin juga aq diterima kerja di tempatku sekarang karena aq punya katana ini, heheh. atau akunya aja yang parno? katana kan gak enak naiknya, bentuknya juga gak keren, mending nebeng mobil yang lebih ok kan? tapi kalau memang gitu, kenapa belum pernah kejadian, dan aq masih bener2 pengin, suatu saat temenq datang di depan pintu rumahq. lalu bilang, "Tok, aq mau jalan-jalan nih. temenin yah." lalu kami pergi dengan sepeda motornya, atau mobilnya, tanpa katana itu. karena dia cuma pengin ditemenin ma aq. bukan ditemenin katana merah...

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Wes, cepetan latihan motor.kodok dan kumbang masa kalah ama mbak katie. duh,absurd.adanya biasanya aku yang kalah ama kalian.
gampang kok. gUampang. paling2 nyium aspal aja.
ntar aku bantuin deh. bantu doa.
gimana..gimana.. c( ~_o)v

destyan mengatakan...

tetep aja bentuk bantuanmu. bantuan dana aja gimana? ;P